e-Learning

PERTEMUAN KE 1

PERTANYAAN
1.kenapa posisi mata kuliah inovasi pendidikan sangat penting?

Oleh: Herdik Sodikin
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan di hampir semua aspek kehidupan manusia dimana berbagai permasalahan hanya dapat dipecahkan kecuali dengan upaya penguasaan dan peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi. selain manfat bagi kehidupan manusia di satu sisi perubahan tersebut juga telah membawa manusia ke dalam era persaingan global yang semakin ketat sehingga orang yang paling banyak mengetahui akan informasi maka mereka yang akan menguasai dunia.
Agar mampu berperan dalam persaingan global, maka sebagai bangsa kita perlu terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya yang ada yang diperlukan oleh masyarakat.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tuntutan masyarakat, serta kebutuhan akan informasi ini merupakan tanggung jawab kita bersama antara sekolah, masyarakat dan pemerintah, berkembang didasarkan kepada suatu keinginan pemberian kemandirian kepada sekolah untuk ikut terlibat secara aktif dan dinamis dalam rangka proses peningkatan kualitas pendidikan melalui pengelolaan sumber daya sekolah yang ada.
Dengan demikian inovasi pendidikan sangat penting untuk dikaji dan dipahami oleh kita yang nantinya akan menjadi administrator sekolah dan akan ditunjang dengan penyediaan input yang memadai, memiliki tanggung jawab terhadap pengembangan sumber daya yang dimilikinya sesuai dengan kebutuhan belajar siswa dan masyarakat.

2.Bagaimana pendapat anda perlunya penggabungan kemampuan teoritis dan praktis dalam mata kuliah inovasi pendidikan, mengapa?

Kemampuan teoritis merupakan kemampuan dasar yang harus diketahui oleh kita manusia untuk melakukan sesuatu hal atau kegiatan sehingga nantinya kita akan mengetahui ataupun ada gambaran untuk mengerjakan hal tersebut. Tanpa mengetahui teori maka kita tidak akan mengetahui akan asal-usul sebuah data itu ada dan bermanfaat untuk kita jika dilakukan saat kejadian seperti apa. Maka kemampuan teoritis merupakan kemampuan pembekalan untuk kita ketika melakukan sebuah kegiatan dan bisa menjadi sebuah pegangan berjalannya sebuah kegiatan agar bisa memanfaatkan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan dengan batasan-batasan tertentu.
Kemampuan praktis merupakan sebuah kemampuan mengaplikasikan sebuah teori dilapangan. Teori ataupun ilmu pengetahuan yang telah kita pelajari bisa diuji cobakan apakah benar-benar bisa terjadi dan dilaksanakan. Tanpa memiliki kemampuan praktis maka kita kecenderungan akan kesulitan dalam mengaplikasikan sebuah teori yang ada. Maka kemampuan praktis merupakan sebuah keahlian dalam menguji cobakan sebuah teori dilapangan yang telah dipelajari sebelumnya.
Dengan menganalisis permasalahan-permasalahan tersebut maka penggabungan kemampuan teoritis dan praktis dalam mata kuliah inovasi pendidikan perlu adanya penggabungan kedua kemampuan ini karena akan saling menunjang satu dengan yang lainnya untuk mencapai tujuan yang diinginkan karena dalam mata kuliah inovasi pendidikan sebenarnya ketika kita mengetahui isu ataupun sebuah permasalahan-permasalahan yang ada bisa di memberikan sebuah jawaban dari permasalahan tersebut. Untuk membuat sebuah jawaban yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat khususnya para peserta didik maka kita harus mengetahui dan memahami teori-teori yang ada sehingga menjadi pedoman bagi kita untuk memulai sebuah perubahan baru menuju kebaikan dan kesejahteraan masyarakat, dan didukung oleh kemampuan praktis yang bisa mengimplementasikan atau melaksanakan teori-teori tersebut dilapangan sehingga kita tidak hanya bisa berbicara saja tapi kita bisa dengan nyata melakukan suatu terobosan-terobosan solusi demi kemajuan dunia pendidikan dan perkembangan negara indonesia ini.

Oleh: Dita Pratiwi

1. Inovasi adalah an idea, practice or object thatperceived as new by an individual or other unit of adoption. Menurut Prof. Azis Inovasi berarti mengintrodusir suatu gagasan maupun teknologi baru, inovasi merupakan genus dari change yang berarti perubahan. Inovasi dapat berupa ide, proses dan produk dalam berbagai bidang. Merujuk pada pernyataan di atas bahwa adanya mata kuliah inovasi pendidikan saat ini sangatlah penting, mengingat semakin berkembangnya arus globalisasi dan semakin ketatnya persaingan baik secara individual, kelompok maupun kelembagaan dalam menghadapi dunia pendidikan. Dengan terciptanya sesuatu hal baru di dalam dunia pendidikan, tentunya akan menambah kekuatan kita dalam menghadapi peluang dan tantangan yang ada saat ini. Jika kita hanya mengandalkan dan mempergunakan sesuatu yang sudah ada saja, namun keadaan global semakin bergerak cepat, tentu lambat laun kita akan tertinggal. Untuk itulah diperlukan hal-hal baru untuk menghadapi globalisasi tersebut.
2. Menurut pendapat saya, penggabungan antara kemampuan teoritis dan kemampuan praktis dalam mata kuliah inovasi pendidikan sangat perlu karena hal tersebut dapat menunjang para mahasiswa dalam mengimplementasikan kemampuan teoritis yang telah dimilikinya ke dalam kemampuan praktis. Selain itu, dengan adanya kemampuan praktis dalam mata kuliah ini, kita dapat mengetahui keadaan langsung di lapangan sehingga dapat dibandingkan antara teori dan fakta di lapangan apakah sudah relevan atau belum.

PERTEMUAN KE 2

PERTANYAAN
1.Temukanlah kata kunci dari definisi inovasi pendidikan berdasarkan hasil temuan dari berbagai ahli
2.Definisikan kembali menurut anda apa yang dimaksud dengan inovasi pendidikan?
3. Menurut anda apa yang menjadi tujuan utama dari inovasi pendidikan?
4. Apa perbedaan antara diskoversi, invensi dan inovasi?

JAWABAN
Oleh: Indri Nadia Andari

1. Kata kunci dari definisi inovasi yaitu baru , kreatif , kualitatif , pemecahan masalah , perubahan .

2. menurut saya , inovasi yaitu suatu perubahan yang muncul dari ide / gagasan yang bertujuan untuk memecahkan masalah dalam bidang pendidikan yang dilakukan secara terencana.

3. tujuan utama dari inovasi pendidikan yaitu meningkatkan kualitas pendidikan dengan membuat proses belajar mengajar yang lebih aktif.

4. diskorvesi , menurut saya adalah discovery. discovery yaitu penemuan sesuatu yang sebenarnya telah ada sebelumnya tetapi belum diketahui.
–> invensi yaitu penemuan sesuatu yang benar – benar baru.
–> inovasi yaitu Sesuatu ide, produk, informasi teknologi,kelembagaan, perilaku, nilai-nilai, dan praktek-praktek baru yang belum banyak diketahui, diterima, dan digunakan/diterapkan/dilaksanakan oleh sebagian besar warga masyarakat dalam suatu lokalitas tertentu, yang dapat digunakan atau mendorong terjadinya perubahan-perubahan di segala aspek kehidupan masyarakat demi selalu terwujudnya perbaikan-perbaikaan mutu hidup setiap individu dan seluruh warga masyarakat yang bersangkutan” (Mardikanto, 1988).

Oleh: Resky Amalia

1. Kata kunci Inovasi pendidikan : gagasan dan pebuatan
2. Menurut saya inovasi pendidikan adalah gagasan, perbuatan, atau suatu yang baru dalam konteks social tertentu untuk menjawab masalah yang dihadapi.
3. Tujuan utama inovasi adalah: yakni meningkatkan sumber-sumber tenaga, uang dan sarana, termasuk struktur dan prosedur organisasi.
4. -Discovery mempunyai makna penemuan sesuatu yang sebenarnya sesuatu itu telah ada sebelumnya, tetapi belum diketahui.
– Invensi yaitu penemuan sesuatu yang benar-benar baru.
– Inovasi yaitu suatu ide, barang, metode, yang dirasakan atau diamati sebagai hal yang baru bagi hasil seseorang atau kelompok orang (masyarakat), baik berupa hasil inverse (penemuan baru) atau discovery (baru ditemukan orang), yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan atau untuk memcahkan masalah pendidikan.

PERTEMUAN KE 3

PERTANYAAN
1. Carilah berbagai sumber mengenai karakteristik dari inovaso pendidikan menurut para ahli ?
2. Apa yang membedakan antara inovasi pendidikan dengan inovasi selain penddikan ?

JAWABAN
Oleh: Putri Wulandari

Karakteristik inovasi pendidikan menurut Everett M.Rogers ,1983 hal 14 – 15 menyebutkan bahwa karakteristik dari inovasi pendidikan terdiri dari :
1. Keunggulan Relatif, yaitu sejauh mana inovasi dianggap menguntungkan bagi penerimanya
2. Kompatibel, yaitu tingkat kesesuaian inovasi dengan nilai, pengalaman lalu, dan kebutuhan dari penerima.
3. Kompleksitas, yaitu tingkat kesukaran untuk memahami dan menggunakan inovasi bagi penerima
4. Trialabilitas, yaitu dapat dicoba atau tidaknya suatu inovasi oleh penerima
5. Dapat Diamati, yaitu mudah tidaknya diamati suatu hasi inovasi. Suatu inovasi yang hasilnya mudah diamati akan makin cepat diterima oleh masyarakat, dan sebaliknya inovasi yang sukar diamati hasilnya, akan lama diterima oleh masyarakat.

yang membedakan inovasi pendidikan dengan inovasi selain pendidikan yaitu di lihat dari segi tujuannya sendiri. jika inovasi pendidikan yaitu tujuannya meningkatkan kualitas pendidikan agar lebih baik lagi, sedangkan inovasi selain pendidikan tergantung pada tujuannya itu sendiri

Oleh: Lingga Kencana

Rogers (1983) mengemukakan lima karakteristik inovasi meliputi:

1. keunggulan relatif (relative advantage),

Keunggulan relatif adalah derajat dimana suatu inovasi dianggap lebih baik/unggul dari yang pernah ada sebelumnya. Hal ini dapat diukur dari beberapa segi, seperti segi eknomi, prestise social, kenyamanan, kepuasan dan lain-lain. Semakin besar keunggulan relatif dirasakan oleh pengadopsi, semakin cepat inovasi tersebut dapat diadopsi.

2. kompatibilitas (compatibility),

Kompatibilitas adalah derajat dimana inovasi tersebut dianggap konsisten dengan nilai-nilai yang berlaku, pengalaman masa lalu dan kebutuhan pengadopsi. Sebagai contoh, jika suatu inovasi atau ide baru tertentu tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku, maka inovasi itu tidak dapat diadopsi dengan mudah sebagaimana halnya dengan inovasi yang sesuai (compatible).

3. kerumitan (complexity),

Kerumitan adalah derajat dimana inovasi dianggap sebagai suatu yang sulit untuk dipahami dan digunakan. Beberapa inovasi tertentu ada yang dengan mudah dapat dimengerti dan digunakan oleh pengadopsi dan ada pula yang sebaliknya. Semakin mudah dipahami dan dimengerti oleh pengadopsi, maka semakin cepat suatu inovasi dapat diadopsi.

4. kemampuan diuji cobakan (trialability) dan

Kemampuan untuk diuji cobakan adalah derajat dimana suatu inovasi dapat diuji-coba batas tertentu. Suatu inovasi yang dapat di uji-cobakan dalam seting sesungguhnya umumnya akan lebih cepat diadopsi. Jadi, agar dapat dengan cepat diadopsi, suatu inovasi sebaiknya harus mampu menunjukan (mendemonstrasikan) keunggulannya.

5. kemampuan diamati (observability).
Kemampuan untuk diamati adalah derajat dimana hasil suatu inovasi dapat terlihat oleh orang lain. Semakin mudah seseorang melihat hasil dari suatu inovasi, semakin besar kemungkinan orang atau sekelompok orang tersebut mengadopsi. Jadi dapat disimpulkan bahwa semakin besar keunggulan relatif; kesesuaian (compatibility); kemampuan untuk diuji cobakan dan kemampuan untuk diamati serta semakin kecil kerumitannya, maka semakin cepat kemungkinan inovasi tersebut dapat diadopsi.

II inovasi pendidikan adalah suatu perubahan ide, praktek, yang baru dalam dunia pendidikan bisa dalam pembelajaran ataupun pengajaran.

Sedangkan inovasi yang lain misalnya inovasi teknologi adalah suatu perubahan atau ide praktek yang baru dalam dunia teknologi bisa dalam penggunaan teknologi yang semakin hari semakin canggih (handphone,notebook,dll ).

PERTEMUAN KE 4

PERTANYAAN

1. Carilah contoh sebuah inovasi pendidikan dan jabarkan berdasarkan teori difusi inovasi pendidikan ?
2. Apa yang menjadi kendala dalam proses pelaksanaan inovasi pendidikan di lingkungan persekolahan saat ini ?

JAWABAN
Oleh: Andika Sukmantara

novasi yang saya contohkan dalam pendidikan adalah kelas online , berdasarkan teori difusi inovasi pendidikan pejelasannya adalah sebagai berikut :

Untuk pertama tama yang dilakukan adalah menginfomasikan pentingnya kelas online di kalangan siswa dan guru yang berada di lembaga atau instansi pendidkan hal ini bertujuan agar tidak ada kesalah pahaman akan adanya program ini dan merngerti adanya program ini. Setelah melakukan pengenalan harus adanya uji coba di kalangan siswa dan guru mengenai program ini karena program ini tidak bisa berlangsung begitu saja dan di terima begitu saja karena program ini harus adanya pelatihan pelatihan kusus seperti pelatihan menggunakan media komputerisasi dan media internet setelah melakuakan tahap tersebut lalu melakukan tahap sebenarnya yaitu kegitan kelas online berlangsung seperti kegiatan bisanya kita mengikuti pelajaran di kelas jiak kegiatan ini berhasil dan di anggap bermanfaat maka program ini akan berkembang dengan sendirinya karna manffat program ini akan terlihat dari hasil setelah kita melakukannya.

Sebenarnya untuk kendala inovasi pendikan di lingkungan sekolah yaitu

1. Masih kurangnya sosialisasi terhadap sebuah program yang akan di lakuakan

2. Kurangnya kerja sama antara pihak sekolah dengan pemerintah

3. Masih bananya orang yang berda di instansi pendidkan tidak memntingkan majunya pendidikan malah mementingkan dirinya sendidir

4. Masih berbelitbelit masalah birokrasi yang sangat mengganggu jalanya sebuah program

5. Masih banyak SDM yang kurang memadai

6. Masih danya sikap senioritas dan menjadi sebuah budaya

Oleh: Shinta Margaretha
Ketika saya masih duduk di bangku SMA, saya sangat senang sekali dengan salah satu guru sosiologi.
karena cara mengajarnya beda dengan guru lain yang hanya dengan metode ceramah.
guru sosiologi itu dalam setiap mata pelajaran, ia mengajar sambil bermain. misalnya beliau membuat kartu dari rumah yang berisi kata kunci. dan di sekolah beliau bermain dengan kami. dengan menunjukan kata kunci
misalnya beliau menyebutkan ”INOVASI” kami para murid saling berebut untuk menjawab. sampai akhir pelajaran berlangsung seperi itu cara mengjarnya. Dan memberikan poin yang selau beliau umumkan setiap akhit jam pelajaran. akibarnya sangat positif sekali . semua murid berebut poin dan tidak ada yang pasif. kami berlomba mendapatkan poin.

cara mendifusikan inovasi pembelajaran tersebut tidak mudah awalnya. butuh membangunkan keberanian siswa untuk menunjukan diri dalam menjawab . cara pendifusiannya, guru tersebut melakukan pendekatan personal kepada setiap mutid. sebelum melakukan inovasi mengajar tersebut, kami diajak guru tersebut ”curhat bersama” dan saling mengkritik antar murid maupun kepada guru. menimbulkan rasa tidak canggung kepada semuanya. dan hasilnya setelah test, nilai pelajaran sosiologi tersebut sangat sangat memuaskan , bukan hanya saya. tetapi semuanya.hampir semua mendapat nilai 100 dalam test.
Menurut saya itu inovasi mengajar yang sangat baik dengan cara pendifusian yang sangat baik.

kendalanya : saya merasa tidak ada kendala dalam pendifusian guru ini kepada murid. tetapi kalau dalam sekolah, hampir semua guru yang lain tidak bisa kreatif dalam mengajar. dan tidak semua guru dapat melakukan pendekatan personal. lalu guru yang lain cenderrung malas untuk membuat lat-alt peraga sendiri.

PERTEMUAN KE 5

PERTANYAAN:
1. Jelaskan strategi-strategi inovasi pendidikan menurut para ahli ?
2. Menurut anda untuk kondisi saat ini, strategi inovasi pendidikan mana yang paling efektif ? Mengapa ?

JAWABAN
Oleh: Herdik Sodikin

1. Strategi Inovasi Belajar yang Inovatif:

a. Strategi Fasilitatif
Pelakasanaan program perubahan sosial dengan menggunakan strategi fasilitatif ini artinya untuk mencapai tujuan perubahan sosial yang telah ditentukan, diutamakan penyediaan fasilitas dengan maksud untuk program sosial akan berjalan dengan mudah dan lancar.
b. Strategi Pendidikan
Dengan strategi ini orang harus belajar lagi tentang sesuatau yang dilupakan yang sebenarnya telah dipelajarinya sebelum mempelajari tingkah laku atau sikap baru.
c. Strategi Bujukan
Strategi bujukan tepat digunakan bila klien tidak berpartisipasi dalam perubahan sosial. berada pada tahap evaluasi atau legitimasi dalam proses pengambil keputusan untuk menerima atau menolak perubahan sosial. strategi bujukan tepat digunakan jika masalah dianggap kurang penting atau jika cara pemecahan masalah kurang efektif serta pelaksana program perubahan tidak memiliki alat control secara langsung terhadap klien.
d. Strategi Paksaan
Strategi dengan cara memaksa klien untuk mencapai tujuan perubahan. Apa yang dipaksa merupakan bentuk dari hasil target yang diharapkan.

2. Menurut anda untuk kondisi saat ini, strategi inovasi pendidikan mana yang paling efektif ? Mengapa ?

Menurut saya strategi yang paling efektif untuk melakukan inovasi pada kondisi saat ini yaitu strategi bujukan dan paksaan karena budaya literasi di masyarakat itu masih rendah sehingga motivasi untuk berprestasipun kecenderungan rendah. sehingga mereka harus banyak dibujuk dan dipaksa untuk melakukan sebuah inovasi sehingga mereka merasa teryakinkan bahwa inovasi yang dilakukan itu akan bermanfaat banyak bagi diri mereka sendiri.

Oleh: Dita Pratiwi

1. Strategi inovasi pendidikan:

a. Strategi fasilitatif, dimaksudkan untuk mencapai tujuan perubahan pendidikan yang telah ditentukan, diutamakan penyediaan fasilitas dengan maksud agar program perubahan akan berjalan dengan mudah dan lancar.

b. Strategi pendidikan. Strategi ini dapat berlangsung efektif apabila mempertimbangkan hal-hal berikut ini.

o Digunakan untuk menanamkan prinsip-prinsip yang perlu dikuasai

o Disertai dengan keterlibatan berbagai pihak, misalnya dengan adanya sumbangan dana, donator, serta penunjang yang lain

o Digunakan untuk menjaga agar klien tidak menolak perubahan atau kembali ke keadaan sebelumnya.

c. Strategi bujukan, tepat digunakan bila klien tidak berpartisipasi dalam suatu perubahan.

d. Strategi paksaan, strategi dengan cara memaksa klien untuk mencapa tujuan perubahan. Apa yang dipaksa merupakan bentuk dari hasil target yang diharapkan.

2. Menurut pendapat saya, melihat kondisi saat ini strategi yang paling efektif yaitu strategi pendidikan yang dibarengi dengan strategi fasiitatif. Mengapa? Karena dengan strategi pendidikan, akan ditanamkan prinsip-prinsip yang perlu dikuasai oleh para klien sehingga menghindari adanya penolakan atau klien yang memilih untuk kembali ke keadaan sebelumnya. Setelah para klien menerima adanya suatu perubahan tersebut, maka diupayakan untuk pengadaan fasilitas yang menunjang perubahan yang sudah direncanakan untuk suatu tujuan tertentu.

PERTEMUAN KE 6

PERTANYAAN
1. Terjadi dalam hal apa saja, ruang lingkup inovasi dalam organisasi, khususnya organisasi persekolahan ?
2. Saat ini banyak sekali berbagai inovasi organisasi, sebutkan salah satu inovasi organisasi yang menurut anda sangat penting sekali ? Mengapa ?

JAWABAN
Oleh: Indri Nadia Andari

1. Ruang Lingkup inovasi dalam pendidikan :

a) Inovasi Tujuan. Tujuan yang akan dicapai oleh sekolah mencakup daya pikir , daya qolbu , daya fisik , penguasaan ilmu pengetahuan , serta teknologi serta seni dan dijaga keseimbangannya

b) Inovasi Kurikulum. Kurikulum ( apa yang diajarkan ) , agar dipilih mana yang HARUS atau SEHARUSNYA dan YANG DAPAT diajarkan untuk mencapai standar kompetensi lulusan kurikulum yang dikembangkan agar memberi peuang untuk melakukan diversifikasi , pengayaan , pendalaman , dan penambahan.

c) Inovasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Kopetensi , Komitmen , dan kesejahteraan pendidika dan tenaga kependidikan ditingkatkan atas dasar evaluasi

d) Inovasi Manajemen Sekolah. Melaksanakan urusan – urusan sekolah secara utuh dan benar menerapkan matrix MBS dengan utuh dan benar serta menerapkan manajemen mutu terpatu secara progresif

e ) Inovasi Kepemimpinan. Menerapkan paradigma kepemimpinan visioner dan kepemimpinan situasional yang dilandasi dengan humanisme.

f) Inovasi Peserta didik. Pendidikan berkarakter diterapkan disekolah , pengembangan bakat , minat , dan kemauan dilakukan secara terencana dan terpatu.

g) Inovasi Sarana dan Prasarana. meliputi dimensi kecukupan , dimensi relevansi , dimenso kemutahiran , serta pemanfaatan teknologi dan lingkungan.

h) Inovasi Dana. RPS merupakan dasar bagi penyusuna RAPBS , perlu adanya diversifikasi dana.

i) Inovasi Regulasi Sekolah. Penggunaan regulasi sesuai dengan statys sekolah ( sekolah potensial , SSN , SBI ).

j) Inovasi Organisasi Sekolah. Melakukan
restrukturisasi sekolah sesuai dengan fungsinya sebagai sekolah potensial , SSN , SBI .

k) Inovasi Administrasi. Melakukan administrasi sekolah dengan memanfaatkan jasa elektronik.

l) Inovasi Peranserta Masyarakat. Berdayakan peranserta masyarakat sekolah melalui komite sekolah agar memberikan kontribusi dalam bentuk material , finansial , intelektual , moral , atau akses.

m) Inovasi Budaya Sekolah. Budaya sekolah adalah konfigurasi nilai – nilai yang dianut sebagai penggalangan konformisme sikap dan prilaku warga sekolah.

n) Inovasi Pembelajaran. Merancang , melaksanakan dan mengembangkan pendekatan pembelajaran yang mampu menggugah kreativitas dan inovasi peserta didik.

o ) Inovasi Output. Melakukan inovasi sekolah yang mencakup dimensi kualtas dasar dan dimensi kualitas instrumental yang meliputi ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni secara seimbang.

2. Menurut saya inovasi yang penting yaitu INOVASI PEMBELAJARAN , karena inovasi dalam dibidang pembelajaran ini merupakan suatu sistem dimana subsistem – subsistemnya terdapat tujuan , metode , pengajar , siswa , dll, dan dari inovasi pembelajaran , kita bisa membuat kegiatan belajar mengajar yang lebih baik , menyenangkan bagi peserta didik , serta maksimal dalam penyampaian materi.

Oleh: Resky Amalia

1. Ruang Lingkup inovasi dalam pendidikan :

a) Inovasi Tujuan. Tujuan yang akan dicapai oleh sekolah mencakup daya pikir , daya qolbu , daya fisik , penguasaan ilmu pengetahuan , serta teknologi serta seni dan dijaga keseimbangannya

b) Inovasi Kurikulum. Kurikulum ( apa yang diajarkan ) , agar dipilih mana yang HARUS atau SEHARUSNYA dan YANG DAPAT diajarkan untuk mencapai standar kompetensi lulusan kurikulum yang dikembangkan agar memberi peuang untuk melakukan diversifikasi , pengayaan , pendalaman , dan penambahan.

c) Inovasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Kopetensi , Komitmen , dan kesejahteraan pendidika dan tenaga kependidikan ditingkatkan atas dasar evaluasi

d) Inovasi Manajemen Sekolah. Melaksanakan urusan – urusan sekolah secara utuh dan benar menerapkan matrix MBS dengan utuh dan benar serta menerapkan manajemen mutu terpatu secara progresif

e ) Inovasi Kepemimpinan. Menerapkan paradigma kepemimpinan visioner dan kepemimpinan situasional yang dilandasi dengan humanisme.

f) Inovasi Peserta didik. Pendidikan berkarakter diterapkan disekolah , pengembangan bakat , minat , dan kemauan dilakukan secara terencana dan terpatu.

g) Inovasi Sarana dan Prasarana. meliputi dimensi kecukupan , dimensi relevansi , dimenso kemutahiran , serta pemanfaatan teknologi dan lingkungan.

h) Inovasi Dana. RPS merupakan dasar bagi penyusuna RAPBS , perlu adanya diversifikasi dana.

i) Inovasi Regulasi Sekolah. Penggunaan regulasi sesuai dengan statys sekolah ( sekolah potensial , SSN , SBI ).

j) Inovasi Organisasi Sekolah. Melakukan
restrukturisasi sekolah sesuai dengan fungsinya sebagai sekolah potensial , SSN , SBI .

k) Inovasi Administrasi. Melakukan administrasi sekolah dengan memanfaatkan jasa elektronik.

l) Inovasi Peranserta Masyarakat. Berdayakan peranserta masyarakat sekolah melalui komite sekolah agar memberikan kontribusi dalam bentuk material , finansial , intelektual , moral , atau akses.

m) Inovasi Budaya Sekolah. Budaya sekolah adalah konfigurasi nilai – nilai yang dianut sebagai penggalangan konformisme sikap dan prilaku warga sekolah.

n) Inovasi Pembelajaran. Merancang , melaksanakan dan mengembangkan pendekatan pembelajaran yang mampu menggugah kreativitas dan inovasi peserta didik.

o ) Inovasi Output. Melakukan inovasi sekolah yang mencakup dimensi kualtas dasar dan dimensi kualitas instrumental yang meliputi ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni secara seimbang.

2. Menurut saya inovasi yang paling penting adalah inovasi kepemimpinan, karena seorang pemimpin harus bisa melakukan inovasi-inovasi yang baik. begitu pula dengan pemimpin itu sendiri harus dilakukan inovasi agar dapat memimpin dengan baik kedepannya.

PERTEMUAN KE 7

PERTANYAAN
1. Jelaskan berbagai definisi menurut ahli mengenai manajemen, manajemen pendidikan dan inovasi manajemen pendidikan ?
2. Terjadi dalam hal apa saja, ruang lingkup inovasi dalam manajemen pendidikan ?
3. Coba analisis inovasi mengenai Manajemen Berbasis Sekolah ?

JAWABAN
Oleh: Putri Wulandari

1. definisi manajemen menurut para ahli :

· menurut dr. sp. siagian dalam buku “filsafat administrasi” management dapat didefinisikan sebagai “kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui orang lain”. dengan demikian dapat pula dikatakan bahwa management merupakan inti daripada administrasi karena memang management merupakan alat pelaksana utama daripada adminsitrasi”

· menurut prof. dr. h. arifin abdulrachman dalam buku “kerangka pokok-pokok management” dapat diartikan :

– kegiatan-kegiatan/aktivitas-aktivitas;

– proses, yakni kegiatan dalam rentetan urutan- urutan;

– insitut/ orang – orang yang melakukan kegiatan atau proses kegiatan

· menurut ordway tead yang disadur oleh drs. he. rosyidi dalam buku “organisasi dan management“, definisi manajemen adalah “proses dan kegiatan pelaksanaan usaha memimpin dan menunjukan arah penyelenggaraan tugas suatu organisasi di dalam mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan “.

· menurut “marry parker follet” : “manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain”.

· menurut james a.f. stonner : “manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan danpengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan”. jadi dapat disimpulkan manajemen adalah proses kegiatan dengan melalui orang lain untuk mencapai suatu tujuan tertentu serta dilaksanakan secara berurutan berjalan ke arah suatu tujuan

Definisi Manajemen Pendidikan
· Manajemen pendidikan ialah proses perencanaan, peng-organisasian, memimpin, mengendalikan tenaga pendidikan, sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan, mencerdaskan kehidupan bangsa, mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti yang luhur, memiliki pengetahuan, keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap, mandiri, serta bertanggung jawab kemasyarakat dan kebangsaan
Definisi Inovasi Manajemen Pendidikan
· Inovasi manajemen pendidikan adalah suatu ide, hal-hal praktis, metode atau cara yang baru dalam proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin, mengendalikan tenaga pendidikan, sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan.
2. Ruang lingkup inovasi dalam manajemen pendidikan meliputi perencanaan, pengorganisasian, kememimpinan, mengendalikan tenaga pendidikan dan sumber daya pendidikan seperti Sumber Daya Manusia (SDM), Sumber Belajar (SB) dan Sumber Fasilitas dan Dana (SFD).
3. Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) pada hakikatnya adalah penyerasian sumber daya yang dilakukan secara mandiri oleh sekolah dengan melibatkan semua pemangku kepentingan yang terkait dengan sekolah secara langsung dalam proses pengambilan keputusan untuk memenuhi kebutuhan peningkatan mutu sekolah atau untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Dengan diterapkannya Manajemen Berbasis Sekolah, maka diharapkan sekolah bisa:
Ø Menyadari kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bagi sekolah tersebut.
Ø Mengetahui sumber daya yang dimiliki dan masukan pendidikan yang akan dikembangkan.
Ø Mengoptimalkan sumber daya yang tersedia untuk kemajuan lembaganya.
Ø Bertanggungjawab terhadap orangtua, masyarakat, lembaga terkait, dan pemerintah dalam penyelenggaraan sekolah.
Ø Persaingan sehat dengan sekolah lain dalam usaha-usaha kreatif-inovatif untuk meningkatkan layanan dan mutu pendidikan.
Ø Meningkatkan peran serta Komite Sekolah, masyarakat, dunia usaha dan dunia industri untuk mendukung kinerja sekolah.
Ø Menyusun dan melaksanakan program sekolah yang mengutamakan kepentingan proses belajar mengajar (pelaksanaan kurikulum), bukan kepentingan administratif saja.
Ø Menerapkan prinsip efektivitas dan efisiensi dalam penggunaan sumber daya sekolah (anggaran, personil, dan fasilitas).
Ø Mampu mengambil keputusan yang sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, dan kondisi lingkungan sekolah walau berbeda dari pola umum atau kebiasaan.
Ø Menjamin terpeliharanya fasilitas dan sumber daya yang ada di sekolah dan bertanggung jawab kepada masyarakat.
Ø Meningkatkan profesionalisme personil sekolah.
Ø Meningkatnya kemandirian sekolah di segala bidang.
Ø Adanya keterlibatan semua unsur terkait dalam perencanaan program sekolah (misal: KS, guru, Komite Sekolah, tokoh masyarakat).

Oleh: Lingga Kencana

1. Definisi Manajemen

Manajemen itu adalah pengendalian dan pemanfaatan daripada semua faktor dan sumberdaya, yang menurut suatu perencanaan (planning), diperlukan untuk mencapai atau menyelesaikan suatu prapta atau tujuan kerja yang tertentu (Prajudi Atmosudirdjo,1982 : 124).

Manajemen merupakan sebuah proses yang khas, yang terdiri dari tindsakan-tindakan : Perencanaan, pengorganisasian, menggerakan, dan poengawasan, yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia serta sumber-sumber lain (George R. Terry, 1986:4).

Definisi Manajemen Pendidikan
Manajemen pendidikan dapat diartikan sebagai keseluruhan proses kerjasama dengan memanfaatkan semua sumber personil dan materil yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien Djam’an Satori, (1980: 4).
Manajemen pendidikan ialah proses perencanaan, peng-organisasian, memimpin, mengendalikan tenaga pendidikan, sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan, mencerdaskan kehidupan bangsa, mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti yang luhur, memiliki pengetahuan, keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap, mandiri, serta bertanggung jawab kemasyarakat dan kebangsaan
Definisi Inovasi Manajemen Pendidikan
Inovasi anajemen pendidikan adalah suatu ide, hal-hal praktis, metode atau cara yang baru dalam proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin, mengendalikan tenaga pendidikan, sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan.
2. Ruang lingkup inovasi dalam manajemen pendidikan meliputi perencanaan, pengorganisasian, kememimpinan, mengendalikan tenaga pendidikan dan sumber daya pendidikan seperti Sumber Daya Manusia (SDM), Sumber Belajar (SB) dan Sumber Fasilitas dan Dana (SFD).
3. Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) pada hakikatnya adalah penyerasian sumber daya yang dilakukan secara mandiri oleh sekolah dengan melibatkan semua pemangku kepentingan yang terkait dengan sekolah secara langsung dalam proses pengambilan keputusan untuk memenuhi kebutuhan peningkatan mutu sekolah atau untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
Dengan diterapkannya Manajemen Berbasis Sekolah, maka diharapkan sekolah bisa:
– Menyadari kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bagi sekolah tersebut.
– Mengetahui sumber daya yang dimiliki dan masukan pendidikan yang akan dikembangkan.
– Mengoptimalkan sumber daya yang tersedia untuk kemajuan lembaganya.
– Bertanggungjawab terhadap orangtua, masyarakat, lembaga terkait, dan pemerintah dalam penyelenggaraan sekolah.
– Persaingan sehat dengan sekolah lain dalam usaha-usaha kreatif-inovatif untuk meningkatkan layanan dan mutu pendidikan.
– Meningkatkan peran serta Komite Sekolah, masyarakat, dunia usaha dan dunia industri untuk mendukung kinerja sekolah.
– Menyusun dan melaksanakan program sekolah yang mengutamakan kepentingan proses belajar mengajar (pelaksanaan kurikulum), bukan kepentingan administratif saja.
– Menerapkan prinsip efektivitas dan efisiensi dalam penggunaan sumber daya sekolah (anggaran, personil, dan fasilitas).
– Mampu mengambil keputusan yang sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, dan kondisi lingkungan sekolah walau berbeda dari pola umum atau kebiasaan.
– Menjamin terpeliharanya fasilitas dan sumber daya yang ada di sekolah dan bertanggung jawab kepada masyarakat.
– Meningkatkan profesionalisme personil sekolah.
– Meningkatnya kemandirian sekolah di segala bidang.
– Adanya keterlibatan semua unsur terkait dalam perencanaan program sekolah (misal: KS, guru, Komite Sekolah, tokoh masyarakat,

Dengan melaksanakan MBS sekolah dituntut untuk memiliki inovasi dan memiliki kompetensi yang lebih.

PERTEMUAN KE 8

PERTANYAAN
. Inovasi apa saja yang sedang ataupun telah dilaksanakan oleh lembaga yang anda kunjungi ?
2. Apakah inovasi dalam kurikulum dan pembelajaran di lembaga tersebut berjalan dengan lancar ? kenapa ?
3. Masukan apa saja yang dapat anda berikan kepada lembaga tersebut terkait dengan inovasi kurikurum dan pembelajaran ?

JAWABAN
Oleh: Herdik Sodikin

1. Inovasi apa saja yang sedang ataupun telah dilaksanakan oleh lembaga yang anda kunjungi ?

Observasi yang kami laksanakan yaitu di SD Negeri Cibeber 1 Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi Jawa Barat. Semoga hasil observasi ini bisa bermanfaat bagi stakeholders pendidikan khususnya bagi kelompok 7.

Ringkasan hasil Observasi yaitu:

1. Pengadaan barang dari pemerintah, mengajukan list kebutuhan, sebelum ada BOS dari Swadaya Masyarakat.

2. Kebutuhan yang diinginkan tidak sesuai dengan yang diberikan (hambatan). contoh: komputer yang bagus tidak sesuai.

3. Rencana

Jangka Pendek: Pengadaan barang bertahap (3 bulan sekali); kebutuhan yang prioritas; komputer 3 unit; TU

Jangka Menengah: Pengadaan komputer untuk murid (Minimal 5 Unit), gedung yang rusak, peralatan laboratorium, alat listrik.

Jangka Panjang: Belum diprogramkan

Semua dana terfokus dari BOS

4. Pendekatan yang dilakukan oleh pihak sekolah terhadap sarana dan prasarana adalah pendekatan tuntutan sosial (sudah diberikan dari pemerintah)

5. Perbaikan kecil terhadap sarana dan prasarana yaitu dari dana BOS

Untuk perbaikan lainnyatida ada rekanan dengan pihak lain.

6. Panitia pengadaan barang diketahui oleh komite sekolah, kepala sekolah dan guru-guru dilibatkan.

7. Langkah-langkah: mengajukan rencana kebutuhan sesuai dengan skala prioritas

8. Inovasi yang dilakukan yaitu: komputerisasi pada administrasi, pegawai tata usaha SD, dan alat kesenian.

2. Apakah inovasi dalam kurikulum dan pembelajaran di lembaga tersebut berjalan dengan lancar ? kenapa ?

Membicarakan lancar atau tidaknyanya inovasi dalam kurikulum dan pembelajaran di SD N Cibeber 1 Cimahi dirasakan kurang karena komputer pada saat ini hanya digunakan untuk kebutuhan administrasi saja oleh tata usaha dan alat kesenian kurang lengkap demi menunjang minat bakat peserta didik.

3. Masukan apa saja yang dapat anda berikan kepada lembaga tersebut terkait dengan inovasi kurikurum dan pembelajaran ?

Sebaiknya SD N Cibeber 1 Cimahi ini mengadakan penambahan komputer dalam pembelajarannya sehingga bisa digunakan pembelajaran oleh siswa juga tidak hanya keperluan administrasi saja.

dan penambahan alat kesenian agar fasilitas bisa digunakan secara efektif dan efisien oleh peserta didik sehingga minat dan bakat terhadap seni bisa berkembang.

PERTEMUAN KE 9

PERTANYAAN
1. Inovasi dalam sarana dan prasrana apa saja yang sedang ataupun telah dilaksanakan oleh lembaga yang anda kunjungi ?
2. Apakah inovasi dalam sarana dan prasrana di lembaga tersebut berjalan dengan lancar ? kenapa ?
3. Masukan apa saja yang dapat anda berikan kepada lembaga tersebut terkait dengan inovasi sarana dan prasarana ?

JAWABAN
Oleh: Putri Wulandari

inovasi dalam sarana dan prasarana yang sedang di lakukan di SD N Cibeber 1 adalah komputerisasi pada administrasi pegawai tata usaha SD dan alat kesenian.Inovasi dalam sarana dan prasarana yang akan dilakukan adalah jangka pendek pengadaan barang bertahap 3 bulan sekali, kebutuhan yang prioritas computer 3 unit, jangka menengah pengadaan computer untuk murid minimal 5 unit, gedung yang rusak, peralatan laboratorium dan alat listrik.
inovasi dalam sarana dan prasarana belum dapat dikatakan lancar kenapa karena computer yang ada di SD N Cibeber 1 pada saat ini hanya digunakan untuk kebutuhan administrasi saja oleh tata usaha dan alat kesenian kurang untuk menunjang bakat peserta didik.
Sebaiknya di SD N Cibeber 1 melakukan penambahan computer untuk proses pembelajaran tidak hanya untuk administrasinya saja dan dalam alat kesenian ditambahkan agar minat para murid dapat berkembang.

PERTEMUAN KE 10

PERTANYAAN
1. Jelaskan berbagai definisi menurut ahli mengenai tenaga kependidikan?
2. Terjadi dalam hal apa saja, ruang lingkup inovasi dalam tenaga kependidika ?
3. Coba analisis inovasi mengenai sistem sertifikasi ?

JAWABAN
Oleh: Lingga Kencana

1. Tenaga Kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang Penyelenggaraan Pendidikan.

2 2. Ruang lingkup inovasi dalam tenaga kependidikan adalah

Kepala Satuan Pendidikan yaitu orang yang diberi wewenang dan tanggung jawab untuk memimpin satuan pendidikan tersebut. Kepala Satuan Pendidikan harus mampu melaksanakan peran dan tugasnya sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator, motivator, figur dan mediator.

Pendidik atau di Indonesia lebih dikenal dengan pengajar, adalah tenaga kependidikan yang berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan dengan tugas khusus sebagai profesi pendidik.

Tenaga Kependidikan lainnya adalah Orang yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan, walaupun secara tidak langsung terlibat dalam proses pendidikan, diantaranya: Wakil-wakil/Kepala urusan.

3. Sertifikasi guru adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepada guru yang telah memenuhi persyaratan. Sertifikasi guru bertujuan untuk: (1) menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik profesional, (2) meningkatkan proses dan hasil pembelajaran, (3) meningkatkan kesejahteraan guru, serta (4) meningkatkan martabat guru dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu. Sedangkan manfaat dari sertifikasi guru, yaitu antara lain: (1) Melindungi profesi guru dari praktik-praktik yang tidak kompeten, yang dapat merusak citra profesi guru, (2) Melindungi masyarakat dari praktik-praktik pendidikan yang tidak berkualitas dan tidak profesional, dan (3) Meningkatkan kesejahteraan guru.

PERTEMUAN KE 12

PERTANYAAN
1. Jelaskan berbagai definisi menurut ahli mengenai ICT ?
2. Terjadi dalam hal apa saja, ruang lingkup inovasi dalam ICT untuk pendidikan ?
3. Coba analisis inovasi yang diakibatkan oleh adanya internet untuk pendidikan ?

JAWABAN
Oleh: Resky Amalia

1. Definisi ICT

Menurut Wikipedia Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information and Communication Technologies (ICT), adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi.

2. RUANG LINGKUP ICT dalam pendidikan :

Buku Elektronik

Buku elektronik atau e-book adalah salah satu teknologi yang memanfaatkan komputer untuk menayangkan informasi multimedia dalam bentuk yang ringkas dan dinamis. Dalam sebuah e-book dapat diintegrasikan tayangan suara, grafik, gambar, animasi, maupun movie sehingga informasi yang disajikan lebih kaya dibandingkan dengan buku konvensional. Jenis e-book paling sederhana adalah yang sekedar memindahkan buku konvensional menjadi bentuk elektronik yang ditayangkan oleh komputer. Dengan teknologi ini, ratusan buku dapat disimpan dalam satu keping CD atau compact disk (kapasitas sekitar 700MB), DVD atau digital versatile disk (kapasitas 4,7 sampai 8,5 GB) maupun flashdisk (saat ini kapasitas yang tersedia sampai 16 GB).

E-learning

Beragam definisi dapat ditemukan untuk e-learning. Victoria L. Tinio, misalnya, menyatakan bahwa e-learning meliputi pembelajaran pada semua tingkatan, formal maupun nonformal, yang menggunakan jaringan komputer (intranet maupun ekstranet) untuk pengantaran bahan ajar, interaksi, dan/atau fasilitasi. Untuk pembelajaran yang sebagian prosesnya berlangsung dengan bantuan jaringan internet sering disebut sebagai online learning. Definisi yang lebih luas yakni e-learning adalah pembelajaran melalui jasa elektronik. Salah satu bentuk e-learning, pada umumnya disepakati bahwa e-learning mencapai bentuk puncaknya setelah bersinergi dengan teknologi internet. Internet-based learning atau web-based learning dalam bentuk paling sederhana adalah website yang dimanfaatkan untuk menyajikan materi-materi pembelajaran. Cara ini memungkinkan pembelajar mengakses sumber belajar yang disediakan oleh narasumber atau fasilitator kapanpun dikehendaki.

3. Salah satu akibat dari adanya internet untuk pendidikan adalah adanya pembelajaran yang tak terkendala waktu dan tempat juga dapat difasilitasi oleh TIK. Jadi kita bisa belajar tanpa memakai seragam dan bisa dilakukan dimana saja asalkan ada internet. biasanya internet untuk pendidikan dilakukan dengan menggunakan e-book, e-learning, e-laboratory, e-education, e-library, bahkan e-mail dan sebagainya.

PERTEMUAN KE 13

PERTAYAAN
1. Jelaskan perbedaan antara portofolio dan E Portofolio ?
2. Komponen apa sajakah yang harus ada dalam E Portofolio ?
3. Berdasarkan contoh-contoh yang ada, menurut anda apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan E Portofolio ?

JAWABAN
Oleh: Indri Nadia Andari

1. perbedaan portofoilo dengan e portofolio adalah pada cara sumber data nya. Portofoilo disusun berbentuk dokumen dukumen yang berasal dari data yang ada di lapangan, sedangkan e portofolio disusun berdasarkan data yang bersumber dari internet.
2. komponen dari e portofolio adalah : a. Hasil Karya b. Hasil Pembelajaran di dalam dan di luar kelas. c. Template-template yang memudahkan siswa menyusun portofolio d. Design e. Semantik
3. kekuatan e portofolio adalah : e-portofolio merupakan koleksi berbasis web dan bersifat personal dari kerja, tanggapan terhadap kerja, dan merefleksikan penggunaan keterampilan kunci dan prestasi untuk berbagai konteks dan periode. kelemahan e portofolio adalah : perlu kehati-hatian dalam mengkaji basis teori tentang konsep e-portofolio sebelum mengimplementasikannya.

PERTEMUAN KE 14

PERTANYAAN
1. Jelaskan rancangan E portofolio kelompok anda ?
2. Adakah kesulitan yang dihadapi ketika menyusun e portofolio ?
3. Bagaimanakan menurut anda inovasi dalam hal asessment khususnya dengan cara E Portofolio ?

JAWABAN
Oleh: Herdik Sodikin

1. Jelaskan rancangan E portofolio kelompok anda ?

Rancangan e-portofolio kelompok kami, yaitu:
1. Beranda
2. E-learning
3. Hasil observasi
4. Lampiran Foto
5. Profile, dan
6. Tentang Kami

2. Adakah kesulitan yang dihadapi ketika menyusun e portofolio ?

Lumayan ada kesulitan seperti memuat foto agar bentuknya slide show, dan memuat tulisan yang panjang agar bentuknya bisa terpotong halamannya, membuat kontak saya biar online khususnya.

3. Bagaimanakan menurut anda inovasi dalam hal asessment khususnya dengan cara E Portofolio ?

Hal ini sangat baik sekali demi perkembangan sofeskill kita dalam hal ICT, pengalaman-pengalaman dalam pembelajaran bisa kita masukan ke dalam e-portofolio agar menjadi perpustakaan pribadi elektronik kita, sehingga sewaktu-waktu apabila kita butuhkan bisa dengan mudah mengaksesnya.

PERTEMUAN KE 15

PERTANYAAN
1. Bagaimana menurut anda inovasi dalam hal manajemen kelas satu komputer ?
2. Mungkinkah inovasi manajemen kelas satu komputer diterapkan pada seluruh sekolah ? Kenapa ?

JAWABAN
oleh Indri Nadia Andari

1. Manajemen kelas satu komputer itu baik untuk dilakukan , agar siswa tida jenuh belajar dikelas dan agar lebih fokus , tetapi perlu diperhatikan juga masalah pengawasan siswa dalam penggunaan komputer tersubut. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran di kelas harus dibarengi dengan penyediaan perangkat TIK seperti komputer dan piranti multimedia yang memadai agar kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik. Namun pada kenyataannya tidak semua sekolah di Indonesia dapat menyediakan perangkat sesuai dengan jumlah siswa, misalnya satu murid dengan satu komputer. Pengadaan komputer dan perangkat TIK sesuai dengan jumlah ideal tentu saja akan membutuhkan dana yang besar belum lagi biaya operasional yang dikeluarkan setiap bulannya seperti biaya listrik dan pemeliharaan. Oleh sebab itu, manajemen kelas satu komputer merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut, agar kegiatan integrasi TIK dalam proses pembelajaran dapat tetap terlaksana tanpa harus tersedia jumlah perangkat TIK yang ideal.

2. Menurut pendapat saya, mungkin saja bisa dilakukan bagi mereka yang sekolah di perkotaan bahkan di sekolah internasional. Tetapi masih banyak sekolah-sekolah yang kurang bantuan dalam hal sarana dan prasarana. Disini peran pemerintah sangatlah penting dalam memajukan dan mengembangkan pendidikan dan membantu sekolah-sekolah agar bisa melaksanakan manejemen kelas satu komputer.

PERTEMUAN KE 16

PERTANYAAN
1. Bagaimana menurut anda inovasi dalam hal pendampingan online berbasis sekolah ?
2. Mungkinkah inovasi pendampingan berbasis sekolah diterapkan ? Kenapa ?
3. Apa yang dapat kita ambil manfaatnya pendampingan online berbasis sekolah dengan disiplin ilmu administrasi pendidikan?

JAWABAN
oleh Indri Nadia Andari

1. Pendampingan online berbasis sekolah sangat baik karena dengan adanya hal seperti itu maka membantu pihak sekolah dalam mempelajari dan mempraktekan serta mengimplementasikan teknologi internet untuk digunakan dalam pembelajaran online.

2. Mungkin saja, karena internet bukan hal yang tabu bagi orang zaman sekarang sehingga teknologi ini bukan hanya dipakai untuk hal yang negatif tetapi digunakan dalam bidang pendidikan seperti hal pendampingan online seperti ini. namun perlu diperhatikan masalah ketersediaan sarana dan prasarananya bagi sekolah di daerah terpencil .

3. Manfaat dari program pendampingan khususnya secara online berbasis Sekolah adalah dimana guru atau Tenaga Kependidikan seutuhnya dapat mengetahui banyak informasi tentang apa yang sedang mereka kembangkan.

PERTEMUAN KE 17

PERTANYAAN
1. Apa yang membedakan manajemen kelas dengan manajemen kelas online ? Lebih sulit mana ? Mengapa ?
2. Komponen-komponen apa saja yang harus ada dan dipersiapkan dalam manajemen kelas online ?
3. Bagaimana fungsi fasilitator online ?

JAWABAN
Oleh Putri Wulandari

1. Manajemen Kelas

Manajemen kelas merupakan bagian integral pengajaran efektif yang mencegah masalah perilaku melalui perencanaan, pengelolaan, dan penataan kegiatan belajar yang lebih baik, pemberian materi pengajaran yang lebih baik, dan interaksi guru siswa yang lebih baik, membidik pada pengoptimalan keterlibatan dan kerjasama siswa dalam belajar. Teknik kontrol perilaku atau pendisiplinan pada akhirnya akan tidak terlalu efektif karena teknik tersebut tidak mendorong perkembangan disiplin diri atau tanggung jawab anak sendiri atas tindakannya. Nilai-nilai dan ketrampilan sosial harus diajarkan dan dicontohkan oleh guru.

Manajemen Kelas Online

Sedangkan Manajemen Kelas Online tentu saja pengajar harus mempersiapkan terlebih dahulu website kelas online yang berisi materi-materi yang ada serta tempat untuk memposting tugas siswa.

Kesulitan

Menurut pendapat saya lebih sulit dalam kelas online karena apabila siswa tidak mempunyai modem terpaksa siswa harus ke warnet, dan apabila di akses melalui handphone terlalu lama.

2. komponen komponen

* website kelas online

* rencana pembelajaran kelas online

* materi yang digunakan

* fasilitas chatting

3. Fungsi fasilitator

* Menata acara belajar, menyiapkan materi, dan penyajian materi sesuai dengan bidangnya.

* Menata situasi proses belajar.

* Mengintensifkan kerjasama dan komunikasi antar anggota kelompok.

* Mengarahkan acara belajar dan menilai bahan belajar sesuai dengan modul.

* Mengadakan bimbingan pada diskusi kelompok, memberikan umpan balik/feedback –kepada anggota kelompok.

* Apabila dalam diskusi terdapat pembicaraan yang keluar jalur, Fasilitator juga bertugas sebagai mediator/penengah untuk mengembalikan topic pembicaraan ke jalur yang benar.

* Merumuskan kegiatan2 dan hasil2 kegiatan peserta.

* Mengadakan evaluasi terhadap peserta dan proses pelatihan.

PERTEMUAN 18

PERTANYAAN
Silahkan postingkan link e portofolio kelompok anda !

JAWABAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: